Kaca Diri


Ilahi lastu lilfirdausi ahlan, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainnaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….

Duh Gusti… tidak layak aku masuk ke dalam surga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka terimalah taubatku dan ampuni dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa ….

Dzunubi mitslu a’daadir- rimaali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifah -timali

Dosaku banyak bagaikan butir pasir di pantai,
maka terimalah taubatku, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari,
sementara dosaku selalu bertambah, apa dayaku?

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataaka, muqirran bi dzunubi wa qad du’aaka
fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wa in tadrud faman narju siwaaka

Ya Allah… hamba-Mu penuh maksyiat, datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap ?

Doa Abu nawas

Lagunya bisa didownload di sini (via 4shared.com / ndaftar dulu, GRATIS).

Laa Ilaaha Illallooh Al Malikul Haqqul Mubin, Muhammadurrosullallooh Shodiqul Wa’dil Amin. Alloohumma Sholli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad, Yaa Robbi Sholli ‘Alaihi Wa Sallim.
“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang Sabar. “ (Q. S. Al-Baqoroh : 155)
“ (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun “ (sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirja’. Disunahkan mengucapkannya pada waktu ditimpa marabahaya/musibah, baik besar maupun kecil). “ (Q. S. Al-Baqoroh : 156)
“ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rohmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. “ (Q. S. Al-Baqoroh : 157).
Memang akan terasa sangat nyaman seandainya kita berkendaraan di atas jalan bebas hambatan, mulus nggak ada lubang, tidak pula berkelok-kelok dan tidak ada kendaraan yang lain pula. Kita nggak perlu “sepaneng” konsentrasi melototi aspal, lirik kaca spion kanan-kiri, dan telinga pun bisa bebas dengan alunan musik lewat headphone. Bahkan sambil tiduran kita bisa selamat sampai di tempat tujuan. Namun realita di alam nyata teramat jauh dari semua itu. Tidak ada jalan tanpa lubang. Tidak ada jalan tanpa belokan. Tidak ada jalan tanpa kendaraan yang lain (kecuali kalau tinggal kita sendirian yang tersisa di bumi ini). Pendek kata, pikiran, mata, telinga, tangan dan kaki harus tetap selalu siap dengan segala kemungkinan yang akan muncul baik dari depan, samping atau belakang. Konsentrasi dan kesadaran yang penuh harus selalu terjaga.
Begitu pula dengan kehidupan manusia secara global. Tidak ada manusia yang hidup enak terus tanpa pernah mengalami bencana, kesusahan atau musibah. Semua manusia pasti mengalami musibah dalam masa hidupnya. Orang bialang : “Tiada samudra tanpa ombak.”
Bahkan sering, badai kehidupan meninggalkan bekas kepedihan yang teramat dalam. Sakit, sesal, susah, gundah dan marah adalah beberapa efek yang mudah hinggap. Tidur tak nyenyak, makanpun tak enak. Semua menjadi serba salah. Wajah kusam, senyumpun terasa masam. Karena dendam, binar-binar cahaya hatipun menjadi padam.
Sempitnya pola pikir dan kurangnya ilmu menjadi penyebab tertutupnya pancaran pesona hati tatkala berhadapan dangan musibah. Yang ada hanyalah cemas, tangis kesedihan dan kemarahan. Dan bahkan tidak jarang muncul keinginan agar orang lain ikut serta larut dalam kesedihan dan kemarahan itu. Selanjutnya, akan terdorong mencari-cari alasan untuk berbuat dlolim (bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain) ; “biar hati lega”, “demi keadilan”, “biar nggak stress”, dan masih banyak lagi. Jika hal itu yang terjadi, maka yang didapat bukanlah lezatnya “kue” hasil masakan dari resep solusi yang tepat. Dan bukan pula kemilau cahaya hikmah yang menghadirkan hidayah dan rohmah. Namun racunlah yang dimakan, dan bom-waktulah yang dipasang. Benih-benih kehancuran yang disemai. Ibarat “mengusir buto ijo dengan cara mendatangkan kolor ijo”. Musibah di hari ini akan melahirkan musibah yang lebih dasyat di hari esok. Bahkan bisa jadi musibah episode selanjutnya adalah musibah terbesar, yaitu runtuh dan hancurnya pilar-pilar keimanan kepada Alloh. Na’uudzubillaah min dzaalik.
Segala sesuatu berasal dari Alloh, dan terkandung di dalamnya hikmah dan manfaat yang sangat besar. Tidak terkecuali dengan adanya musibah. Tidak akan pernah Alloh bermaksud merugikan hamba-Nya. Alloh tidaklah menciptakan musibah kecuali bersamanya hadir sekian banyak hikmah dan keberuntungan. Namun terkadang manusia suka terlarut dan terlena dalam suasana yang sedang dihadapi. Cuma sekilas saja melihatnya, dari sudut pandang yang sangat sempit, sehingga seolah-olah peristiwa itu hanya menghasilkan kerugian semata.
Musibah merupakan salah satu bentuk ujian dari Alloh. Nilai akhir dari setiap ujian adalah “lulus” atau “tidak lulus”. Lulus karena semakin mendekat kepada Alloh, dan tidak lulus karena semakin menjauh dari Alloh. Lantas, kenapa Alloh menjadikan musibah sebagai ujian bagi manusia? Ingat, manusia hanya diperintah untuk menyembah (beribadah kepada) Alloh, tidak untuk melakukan aktifitas selain ibadah.
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. “ (Q. S. Adz-Dzariyat : 56).
Dari surat Adz-Dzariyat ayat 56 di atas, tersirat makna bahwa Alloh hanya memerintahkan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Satu-satunya perintah, yaitu beribadah kepada Alloh. Tidak untuk berbuat yang lain selain ibadah. Maka, sudah sewajarnya jika Alloh memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada manusia untuk menunjukkan kualitas kekokohan iman dan kesungguhan pengabdiannya kepada Yang Maha Kuasa. Dan hal itu sangatlah bermanfaat demi kelangsungan dan peningkatan kualitas peribadatan kepada Alloh.
Musibah adalah salah satu gerbang untuk bisa beribadah kepada Alloh. Salah satu jenis kendaraan yang bisa mengantarkan manusia menuju kemuliaan di sisi Alloh Yang Maha Agung. Subhanaallooh. Seandainya tidak ada musibah, maka kesabaran orang-orang terhormat tidak bisa diketahui, begitu pula kedudukan orang-orang hina.
“ Sesungguhnya orang-orang sholih itu akan dikeraskan cobaannya. Tidaklah seorang mukmin itu tertusuk duri atau yang lebih kecil dari itu, melainkan satu kesalahan dihapuskan darinya dan satu derajat ditinggikan baginya. “ (Hadits Riwayat Ahmad dan Al-Hakim).
Pada hakikatnya, datangnya musibah berarti datangnya kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Kesempatan untuk dicintai Alloh. Kesempatan untuk menjadi hamba yang mulia di sisi Alloh. Yang berarti juga, bahwa bersamaan dengan datangnya musibah, datang pula hidayah, manfaat dan rohmat. Tinggal bagaimana cara kita mensikapinya. Mau dekat, atau mau jauh dari Alloh? Ingin dicintai Alloh, atau ingin dimurkai Alloh? Silakan menentukan sendiri pilihan anda. Ingat, setiap pilihan ada konsekuensinya.
“ Sungguh besarnya pahala setimpal dengan besarnya cobaan. Alloh ta’ala apabila mencintai suatu kaum, diuji-Nya mereka dengan cobaan. Untuk itu barangsiapa ridlo, maka baginya keridloan Alloh. Sedangkan barangsiapa yang marah, maka baginya kemarahan dari Alloh. “ (Hadits Riwayat At-Tirmidzi).
Ridlo dalam konteks musibah adalah mengetahui bahwasanya musibah itu adalah bagian dari takdir Alloh, serta ikhlas menerimanya sebagai pilihan yang terbaik dari Alloh bagi umat-Nya. Namun perlu diingat, kunci agar mampu mengupas makna dan mengambil hikmah dan manfaat adalah iman dan sabar. Tanpa iman dan sabar, tidak ada manfaat sedikitpun dari semua yang dialami.
Musibah adalah lorong untuk dapat bersikap sabar. Sabar dalam menghadapi musibah berarti meminimalkan efek kesedihan (bukan berarti harus tidak bersedih). Dan itu berarti tidak ada keluh kesah, tidak ada kedloliman (termasuk narkoba, minuman keras dan lain-lainnya yang dimaksudkan sebagai pelarian atau pelampiasan), tidak ada fitnah dan tidak menghasut, serta tidak mencari-cari kambing-hitam. Perintah-perintah berkenaan dengan sikap bersabar, baik dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits, mengindikasikan suatu yang harus dipenuhi (kewajiban). Artinya sikap sabar adalah wajib bagi orang Islam. Kalau tidak bersabar, berarti malah akan berdosa.
“ Sesungguhnya hidup seorang mukmin itu ajaib. Apabila mendapat kesenangan, ia akan bersyukur, maka jadilah hal itu kebaikan baginya. Apabila ditimpa kesusahan (musibah), ia bersabar, jadilah hal itu kebaikan baginya. “ (Hadits Riwayat Muslim).
Jika sabar telah menjadi salah satu prinsip hidup, insya Alloh datangnya musibah berarti semakin terbukanya pintu kedekatan kepada Alloh. Dengan kesadaran diri yang optimal (hati bersih dan pikiran jernih), jalanilah setiap musibah yang datang dengan sabar, ridlo dan syukur. Sabar berguna untuk meminimalkan efek kesedihan, sehingga tidak sampai terhayut yang justru sering menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Ridlo, memahami semua itu adalah takdir dan pilihan terbaik dari Alloh, serta ikhlas menjalaninya. Insya Alloh, dengan ikhlas dalam doa dan ikhtiar, Alloh akan memberi kemudahan, kecukupan dan jalan keluar. Alloohu akbar.
“ ……. barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh, Dia akan memberikan baginya jalan keluar.“ (Q. S. Ath-Tholaq : 2)
“……. dan barangsiapa yang bertawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)-nya. …….” (Q. S. Ath-Tholaq : 3)
Syukur, adanya musibah berarti adanya kesempatan beribadah, kesempatan menghapus dosa-dosa dan kesempatan menaikkan derajat ketaqwaan. Tidak jarang pula Alloh menjadikan sebuah musibah sebagai jalan keluar dari masalah atau musibah lain yang lebih besar dan lebih membahayakan sendi-sendi keimanan. Musibah hari ini adalah peringatan agar lebih waspada, lebih hati-hati dan lebih istiqomah. Kekurangan dan kesalahan yang dulunya tidak terpikirkan, kadang disadari tatkala musibah datang. Mawas diri, musibah yang timbul sering berawal dari hati yang kotor. Bersihkan hati dari iri, dengki, hasud dan penyakit-penyakit hati lainnya. Karena hati yang kotor tidak akan mampu mengurai “protein” batiniah yang terkandung dalam setiap peristiwa. Mengurai saja tidak mampu, apalagi untuk menyerapnya menjadi energi iman dan taqwa yang mendatangkan hidayah dan inayah.
“ Dan apa saja musibah yang menimpa kalian, maka disebabkan perbuatan tangan kalian sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).“
(Q.S.Asy-Syuro:30)

“ Kalau bukan karena musibah dunia, tentu kita akan menghadapi alam akherot dalam keadaan tidak bermodal ”
WALLOOHU A’LAM.
“Alhamdulillaahi bini’matihi tatimmush sholihaat.”
(Hadits Riwayat Ibnu Sunni, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
“ Ya Alloh, aku mohon perlindungan-Mu agar aku dijauhkan dari ilmu yang tidak berguna (ilmu yang tidak saya amalkan, tidak saya ajarkan dan tidak pula mengubah akhlaq saya). ” (Hadits Riwayat Muslim).

< naskah : KHUSNI FADLLI >

Lagunya bisa didownload di sini  (via 4shared.com / ndaftar dulu, GRATIS)

14 abad silam, seorang sahabat mengucapkan syair perihal anaknya di hadapan Rosulullooh SAW. :

Ketika engkau kecil aku memberimu makan, ketika engkau dewasa aku selalu menjagamu, engkaupun minum dari hasil jerih payahku.

Jika di malam hari engkau sakit,  sepanjang malam aku tidak tidur karena memikirkan penderitaanmu hingga tubuhku sempoyongan menahan kantuk. Saat itu seakan-akan akulah yang sakit, bukan dirimu.

Bahkan air mataku berlinang karena khawatir kau akan mati meninggalkanku. Padahal aku tahu bahwa ajal telah ditentukan dan akan tiba pada waktunya.

Tetapi, mengapa ketika engkau mencapai usia yang matang, dimana saat itu kuharapkan dirimu, justru kau balas aku dengan kekejaman dan ucapan kasar. Seakan-akan selama ini kaulah yang berbuat baik dan berderma.

Andai engkau tidak dapat menganggapku sebagai ayah, perlakukanlah diriku sebagai tetangga yang hidup berdampingan denganmu, kemudian kau santuni aku dengan harta yang bukan milikmu dan kau tidak kikir terhadapku.

Kemudian Rasulullooh berkata kepada sang anak :

Sesungguhnya engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.

Ling eling… padha elinga, umur sira saben ndina dipun suda,

Pati iku ora enom ora tuwa, Juru pati wira-wiri saben ndina.

Siksa kubur banget larane, siksa neraka iku gandengane,

Jin , manungsa iku isine, kanggo nebus dosa-dosane.

Ya.. Allooh kula nyuwun ngapura sedaya dosa kula ,

Ya.. Allooh kula nyuwun ngapura sedaya dosa kula.

 

Lagunya silahkan didownload disini (4shared.com / ndaftar dulu, GRATIS.)

little child
dry your crying eyes
how can I explain
the fear you feel inside
cause you were born
into this evil world
where man is killing man
but no one knows just why
what have we become
just look what we have done
all that we destroyed
you must build again

when the children cry
let them know we tried
cause when the children sing
then the new world begins

little child
you must show the way
to a better day
for all the young
cause you were born
for all the world to see
that we all can live
with love and peace
no more presidents
and all the wars will end
one united world
under God

when the children cry
let them know we tried
cause when the children sing
then the new world begins

what “have we” become
just look what we have done
all that we destroyed
you must build again
no more presidents
and all the wars will end
one united world
under God

when the children cry
let them know we tried
when the children fight
let them know it ain’t right
when the children pray
let them know the way
cause when the children sing
then the new world begins

When The Children Cry

Saya ucapkan selamat & sukses kepada mas Tunggul Dian S (Teknik Komputer 2007) yang telah dinyatakan lolos seleksi Proposal Pre-Mentoring Program Tahun 2009 dari RAMP (RECOGNITION AND MENTORING PROGRAM) Indonesia. Kita berharap semoga nanti lolos juga di tahap Mentoring. Dan semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa yang lain bahwa prestasi sering dimulai dari sesuatu yang “Sederhana”. Berita selengkapnya klik di sini.

Kepada mahasiswa-mahasiswa yg lain : Jangan pandang remeh diri anda, karena Tuhan sebenarnya telah membekali anda dng kesempurnaan. Yakinlah bahwa anda mampu membuat orang lain bangga tentang diri anda. Teruslah menemukan dan merealisasikan kesempurnaan yang telah Tuhan titipkan pada diri anda.

Kepada semua orang : SELAMAT TAHUN BARU 2010, dan selamat berjuang mengukir prestasi di tahun 2010.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.